Agroteknologi adalah ilmu yang mempelajari tentang fenomena atau gejala yang berhubungan dengan pertanian atau teori dan praktek
dalam pengelolaan tanah dan produksi tanaman. Teknologi berkaitan erat
dengan sains (science) dan perekayasaan (engineering).
Bahan kimia pertanian adalah istilah generik untuk berbagai
produk kimia yang digunakan di pertanian. Dalam kebanyakan kasus, bahan kimia
pertanian mengacu pada kisaran luas pestisida, termasuk insektisida, herbisida,
fungisida dan nematisida. Ini juga termasuk pupuk sintetis, hormon dan zat
kimia agen pertumbuhan lainnya, dan konsentrasi penyimpanan bahan baku pupuk
kandang.
Berbagai bahan kimia pertanian cenderung bersifat toksik dan
penyimpanannya dalam jumlah besar memiliki risiko bagi kesehatan manusia dan
lingkungan. Di berbagai negara, pembelian bahan kimia pertanian dalam jumlah
besar membutuhkan persetujuan instansi terkait demi membatasi kadar paparan
bahan kimia terhadap lingkungan dan manusia di daerah penerapannya.
Bahan Kimia dalam Pupuk
Pupuk sangat bermanfaat untuk kesuburan tanaman, kandungan dalam pupuk antara lain:
- Belerang (S)
- Fosfor (P),
- Hidrogen (H),
- Kalium (K),
- Kalsium (Ca),
- Karbon (C),
- Magnesium (Mg),
- Nitrogen (N),
- Oksigen (O),
Pupuk yang sering dipakai ada dua macam yaitu:
- Pupuk alami, yaitu pupuk yang terbuat dari bahan bahan yang diperoleh dari alam, seperti dari tumbuhan dan hewan. Contoh pupuk alami adalah pupuk kandang, yaitu pupuk yang dibuat dengan menggunakan kotoran hewan seperti, kotoran kambing dan ayam. Pupuk kandang memiliki kandungan bahan kimia seperti, nitrogen, fosfor, serta kalium.
-
Pupuk buatan, yaitu pupuk yang dibuat dari hasil olahan industri pupuk. Contoh Pupuk buatan diantaranya;
1) Pupuk yang mengandung nitrogen (N)misalnya:
– Urea / (NH2)2CO– ZA (zwavelsure ammonia) / (NH4)2SO42) Pupuk yang mengandung fosfor (P) dan kalsium (Ca)misalnya:– TSP (Triple Superphosphat) / Ca3(PO4)2– SP (Superphosphat) / Ca(H2PO4)3) Pupuk yang mengandung kalium (K)misalnya:KCl (kalium klorida)Sumber:
Awaaaaaa๐๐๐
BalasHapusKak, bisa gak sih kalau kita masuk Agroteknologi, tapi gak bisa kimia? Kimia itu ngaruh banget gak sih di Agroteknologi? Apa biologi aja udah cukup?
BalasHapusKan belajar, yg gabisa jadi bisa nanti juga bun, dua duanya harus dikuasai dong:)
HapusEmang seberapa penting kimia di Agroteknologi? Beri saya pencerahan, kak
HapusMantap izahhhhhh ๐๐๐๐ semoga jadi ilmu yng bermanfaat yaa
BalasHapusIya makasih ya manusia menyebalkan
HapusSaha euy
HapusHai Mantan;)..hihi sukses terus ya kuliahnya...
BalasHapusHi juga mantan:) sukses juga yaa
HapusBagus banget desainnya ������������
BalasHapusMakasih loooh๐๐
HapusWowww amazing๐
BalasHapusNiceee awaaa����
BalasHapusTerimakasih, sangat bermanfaat��
BalasHapusKeren banget, sangat bermanfaat��
BalasHapusBagus zahwaa sangat bermanfaat buat meninggalkan jejak yang berkualitas ♥️ lovee
BalasHapusOke nice๐
BalasHapusKeren teh awaaaa!!
BalasHapusMantull awaaa๐
BalasHapusThe best
BalasHapusTerimakasih.
BalasHapusSangat bermanfaat, tingkatkan
BalasHapusBlog nya sangat bermanfaat, terimakasih atas Ilmu nya. Tingkatkan lagi
BalasHapusTerikasih atas ilmunya,semoga bermanfaat
BalasHapuskynya paling banyak nih komennya, good
BalasHapus